Powered By Blogger

Minggu, 22 Juli 2012

Marhaban Ya Ramadhan




Ramadhan, Ya Ramadhan. Bulan penuh berkah yang selalu kunantikan. Bulan Ramadhan. 

Banyak hal yang aku suka dari bulan ini, selain pastinya bulan ini adalah bulan penuh pengampunan dan bulan dengan kelipatan pahala dua kali lipat untuk ibadah yang kulakukan. Bulan ramadhan, bulan suci umat islam. 

Namun ada hal lain yang begitu hebat setelah bulan penuh pengampunan dan kelipatan pahala. Yaitu toleransi yang kudapatkan dari semua sahabat dan temanku, baik yang muslim maupun non muslim. Mereka yang non muslim seolah mengamini dan meyakini bahwa saat – saat bulan suci ini adalah bulan dimana tidak boleh adanya dendam atau kesal, agar pahala yang didapatkan dari melaksanakan ibadah puasa dapat menjadi berkah. Mereka mengirimkan ucapan baik melalui sms, via telf atau jejaring sosial, mengucapkan untuk bulan suci yang datang ini. Mengucapkan kata – kata maaf yang mungkin kami sama – sama lakukan atas dasar kesalahan yang juga kami lakukan.  tidak perduli keyakinan apa dan label apa yang kami punya.

Kami manusia, yang tak luput dari salah, tidak perduli muslim maupun tidak, tidak melihat apakah ini adalah bulan suci untuk mereka juga, yang aku tau kami sama – sama saling memaafkan dan menyambut datangnya bulan suci ini. 

Toleransi. Kadang aku berpikir, jika saja kami mau melihat keragaman dengan lebih luas dan lapang dada pastilah tidak akan ada perpecahan, dan hasut menghasut. Bolehkah aku menceritakan suatu cerita , sebagai wujud besarnya respect ku terhadap perbedaan dan toleransi ?! dengarkan yah. 

Setiap  bulan suci ini ada beberapa teman sekolah smk ku yang selalu melakukan kegiatan memberi santunan kepada anak yatim, ketika bulan ramadhan. kami bersama – sama mewujudkan niat tersebut, kami seluruh alumni sekolah selalu ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, demi satu niat berbagi karena lillahi ta’ala . namun bukan itu sebenarnya point penting dalam tulisan ini. Point terpentingnya adalah kami tidak membatasi siapa saja yang mau berpartisipasi dalam kegiatan ini, tidak hanya seorang muslim. Dan kami tidak menyangka bahwa kekompakan yang terbina sejak zaman sekolah pun hingga kini masih ada, tidak perduli, tidak melihat apakah mereka menjalankan ibadah ini, tidak perduli apakah label mereka adalah seorang muslim atau tidak, mereka  ikut berbagi bersama. 

Kami melakukan kegiatan ini bersama, dari mulai menggalang dana, menyebarkan undangan, mendata seberapa banyak anak yatim yang akan ikut dalam kegiatan ini, hingga sampai pada acara selesai. Kami tidak melihat apakah mereka juga seorang muslim atau tidak. Yang kami tau, kami berbagi bersama di bulan yang penuh rahmat dan suci ini.

Aku tidak pernah menyangka sebesar itu respect mereka terhadap program kami. Hingga saat acarapun mereka bergabung disela – sela kami, tertawa, membantu dan merasakan kepuasan.

Itulah sedikit cerita ku,

Seandainya kita kembali kepada ayat yang ada dalam alqur’an jika tidak salah surat al - kafirun , yang bunyinya “Lakum dinukum wa liyadin" bagimu agamamu dan bagiku agamaku  “  
lakukanlah dan yakinilah agama masing – masing, lakukan yang terbaik untuk keyakinan masing – masing. Dan lakukan yang terbaik untuk kehidupan bersama, bermasyarakat tanpa melihat label keyakinan apa yang dianut, cukup lakukan yang terbaik atas hal yang kau yakini tanpa harus melintasi keyakinan orang lain. Tanpa harus merasa paling benar dan paling sempurna. 

jika semua berjalan di wadahnya masing - masing, tanpa melintasi batasan yang telah dianjurkan, maka kurasa  tidaklah perlu ada pertikaian mengenai agama.  dan pelecehan mengenai keyakinan seseorang.

salam Pagi 

^_^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar